Inspektorat Kabupaten Lebak

Persiapan Penyusunan Laporan Kekayaan Desa

Pemberian kewenangan yang semakin luas kepada Pemerintah Desa membawa konsekuensi meningkatnya tuntutan kualitas akuntabilitas dan transparansi terhadap pengelolaan sumber daya milik desa. Pemerintah Desa ke depan diharapkan tidak saja mampu menyelenggarakan pelayanan masyarakat yang lebih baik, namun juga mampu mengelola keuangan dan asetnya dengan lebih profesional dan efektif. Berdaya guna dan berhasil guna demi kesejahteraan masyarakat yang semakin baik.

Dalam rangka penyajian laporan pertanggungjawaban akhir tahun, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa telah mengamanatkan dalam pasal 38 agar Kepala Desa menyampaikan laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa kepada Bupati/Walikota setiap akhir tahun anggaran. Laporan tersebut terdiri dari laporan realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang ditetapkan dengan Peraturan Desa dengan dilampiri antara lain Laporan Kekayaan Milik Desa per 31 Desember Tahun Anggaran. Laporan Kekayaan milik desa merupakan laporan posisi kekayaan (dan hutang) milik Pemerintah Desa per tanggal akhir tahun anggaran/pelaporan. Adapun contoh format Laporan kekayaan milik desa bisa dilihat dibawah ini .

Agar dapat memenuhi amanah tersebut, Pemerintah Desa perlu melakukan sejumlah persiapan agar nilai setiap kekayaan desa dapat disajikan dengan jumlah yang benar dan atau wajar sehingga memberikan informasi yang valid kepada pemangku kepentingan dan juga masyarakat yang membutuhkan.

  1. Sebelumnya, marilah kita mengenal terlebih dahulu, apakah yang dimaksudkan dengan kekayaan milik desa dan bagaimana cara menyajikannya dalam laporan tersebut.Kas Desa adalah uang milik Pemerintah Desa, baik yang disimpan di bendahara desa maupun rekening kas desa. Cara menyajikannya: Bendahara desa menyajikan semua saldo dana kas desa per 31 Desember pada tahun pelaporan dalam Buku Kas Umum desa. Nilai tersebut diperoleh dari jumlah penerimaan kas (termasuk saldo tahun lalu) dikurangi dengan jumlah pengeluaran dalam satu tahun anggaran. Nilai saldo kas harus dapat diuraikan rinciannya, dan bentuk fisiknya (berupa rekening, surat berharga atau tunai pada bendahara).
  2. Piutang Desa adalah tagihan uang desa kepada pihak yang mengelola kekayaan desa, antara lain berupa tanah, gedung, yang diharapkan akan dilunasi dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun anggaran sejak ditetapkannya kerjasama tersebut. Contoh piutang desa adalah piutang sewa tanah, piutang sewa gedung dll. Cara menyajikannya: Perangkat desa yang diberi kewenangan mencatat tagihan/piutang desa menyajikan nilai tagihan/piutang sesuai dengan nilai tagihan/piutang yang belum terbayar pada akhir tahun anggaran/pelaporan. Nilai tersebut diperoleh dari nilai tagihan/piutang yang telah diterbitkan selama tahun anggaran/pelaporan dan tahun-tahun sebelumnya dikurangi dengan realisasi pembayaran selama tahun anggaran/pelaporan. Ada baiknya, pemerintah desa menyelenggarakan buku piutang. Buku tersebut mencatat nilai setiap piutang yang diterbitkan disisi debet (bersifat menambah piutang) dan mencatat nilai realisasi pembayaran piutang disisi kredit (bersifat mengurangi piutang). Selisih antara nilai penambahan dan nilai pengurangan piutang tersebut adalah nilai piutang/tagihan yang tidak tertagih per akhir tanggal pelaporan/anggaran.
  3. Persediaan adalah suatu kekayaan berupa barang milik pemerintah desa yang dinilai dengan uang. Contoh persediaan adalah kertas segel, materai, alat tulis kantor dst. Cara menyajikannya: Perangkat desa yang diberi kewenangan mencatat /mengelola persediaan milik desa menyajikan nilai persediaan sesuai dengan nilai persediaan yang belum dipergunakan pada akhir tahun anggaran/pelaporan. Nilai tersebut diperoleh dari nilai pembelian/pengadaan persediaan yang telah direalisasikan selama tahun anggaran/pelaporan dan sisa/saldo awal persediaan tahun sebelumnya dikurangi dengan realisasi penggunaan persediaan selama tahun anggaran/pelaporan. Sebagaimana piutang, sebaiknya pemerintah desa membuat buku pencatatan persediaan. Buku tersebut mencatat nilai setiap persediaan yang dibeli disisi debet (bersifat menambah persediaan) dan mencatat nilai penggunaan persediaan disisi kredit (bersifat mengurangi persediaan). Selisih antara nilai penambahan dan nilai pengurangan persediaan tersebut adalah merupakan nilai persediaan yang belum dipergunakan per akhir tanggal pelaporan/anggaran. Pemerintah Desa dapat pula mengetahui nilai sisa persediaan yang belum digunakan pada akhir tahun dengan melakukan pemeriksaan fisik persediaan (stock opname). Pemeriksaan fisik atas barang persediaan akan lebih efektif bila dapat dibandingkan dengan catatannya/buku persediaan.
  4. Aset Tetap adalah barang milik desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau diperoleh atas beban APBDes atau perolehan lainnya yang sah. Cara menyajikannya :
    • Tanah : Pemerintah Desa (dalam hal ini perangkat yang diberi kewenangan) melakukan inventarisasi tanah milik desa disertai dengan informasi nilai tanah. Inventarisasi sedapat mungkin mencakup seluruh tanah milik pemerintah desa baik yang telah bersertifikat maupun yang belum bersertifikat.
    • Peralatan dan Mesin : Perangkat Desa yang diberikan kewenangan melakukan inventarisasi/pendataan barang berupa peralatan dan mesin milik desa disertai dengan nilai perolehan awal. Peralatan mesin dapat berupa: Alat angkut (kendaraan roda 4, roda 2), alat kantor dan rumah tangga, alat pertanian, alat keamanan dst.
    • Gedung dan  bangunan : Perangkat Desa yang diberikan wewenang melakukan inventarisasi seluruh bangunan milik Pemerintah Desa, baik bangunan dalam kondisi masih baik, kurang baik maupun rusak. Hasil inventarisasi dilakukan penilaian (dengan harga perolehan/pembelian maupun taksiran) untuk mendapatkan nilai awal bangunan yang akan dimuat dalam laporan kekayaan milik desa.
    • Jalan/jaringan/irigasi/instalasi : Perangkat Desa yang diberi wewenang, melakukan koordinasi dengan dinas/instansi terkait untuk mendapatkan kesepakatan tentang jumlah dan nama-nama aset jalan/jaringan/irigasi yang merupakan aset milik desa. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi overlapping/tumpang tindih pencatatan aset jalan/jaringan/irigasi pada pemerintah desa maupun Pemerintah yang lebih tinggi. Selanjutnya, dilakukan penilaian atas aset jalan/jaringan/irigasi yang telah disepakati dicatat dalam laporan kekayaan milik desa. Penilaian dilaksanakan mengacu pada ketentuan yang berlaku.
  5. Investasi adalah penyertaan modal Pemerintah Desa kepada pihak lain dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan atau untuk memperoleh keuntungan. Cara menyajikannya : Perangkat Desa yang diberikan kewenangan melaksanakan/mengelola investasi desa melakukan pendataan tentang nilai investasi yang telah direalisasikan oleh Pemerintah desa kepada pihak-pihak penerima investasi. Nilai investasi tersebut mencakup nilai uang yang telah diserahkan oleh Pemerintah Desa kepada investee/penerima investasi baik pada tahun anggaran/pelaporan maupun tahun-tahun sebelumnya. Untuk memperkuat kepemilikan investasi, Pemerintah Desa dapat meminta pihak investee untuk menandatangani bukti dokumen investa
  6. Hutang adalah tagihan kepada pemerintah desa yang timbul karena adanya pinjaman oleh Pemerintah Desa. Cara menyajikannya : Perangkat desa yang diberi kewenangan untuk mengelola hutang, melakukan pencatatan nilai hutang dan realiasasi pembayarannya pada buku hutang. Sisa hutang yang belum dilunasi pembayarannya per tanggal akhir tahun dicantumkan sebagai saldo hutang Pemerintah Desa.
  7. Kekayaan bersih adalah selisih antara aset dan kewajiban pemerintah desa.

Demikian, sekilas ulasan tentang persiapan bagi Pemerintah Desa untuk dapat menyajikan Laporan Kekayaan Milik Desa. Dengan persiapan yang lebih dini diharapkan Pemerintah Desa akan dapat menyajikan nilai kekayaan yang valid sehingga dapat bermanfaat bagi para pihak yang membutuhkan.

Selamat berikhtiar.

Oleh: Asep Aeda Rusman (Inspektorat Kab Lebak) disadur dari Elli Widiastuti, SE, Ak, Inspektur Pembantu Bidang Kekayaan Inspektorat Kabupaten Sleman

Download : FORMAT LAPORAN KEKAYAAN MILIK DESA 

Bagaimana Komentar Anda?

Twitter

Pesan

Your Shout
December 2015
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Berlangganan

Foto Pegawai

Risa eka putri Drs. Halson Nainggolan, M.Si Dadi Sadid Khotami, S.Sos Dra. Rohayati, M.Si Agus Sumardi, S.Sos Iwan Gustiawan, SE Holik Dudung Kurniawan, SE H.Hasanudin, Bae Risa eka putri Drs.Halson Nainggolan, M.Si Endang Suherman, S.Sos Lukman Sujana, SE Yayat Supriatna, S.Sos, M.Si Juhanda Eko Nugroho Iyan Agustian Yuniardi Suherman, SE