Inspektorat Kabupaten Lebak

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Auditor

Komunikasi yang terjadi dalam suatu pemeriksaan adalah merupakan alat yang efektif dalam menghubungkan kepentingan tim pemeriksa dan kebutuhan objek yang diperiksa terhadap suatu model pembinaan, sehingga  suatu tim perlu memahami prinsip-prinsip komunikasi pemeriksaan. Langkah pertama dalam implementasi komunikasi pemeriksaan adalah setiap pemeriksa melakukan pemeriksaan sesuai dengan program kerja yang telah disusun. Hasil dari pemeriksaan dituangkan dalam Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP) dan Kertas Kerja Auditor (KKA). Pada pemeriksaan tersebut dilakukan dengan metode wawancara dan penelusuran angka dan catatan yang disajikan oleh objek pemeriksaan. Pengujian kerap kali perlu dilakukan untuk konfirmasi kesahihan data yang disajikan. Pengujian minimal yang dilakukan adalah berupa koreksi aritmatika. Hal yang perlu diperhatikan dalam sistem pemeriksaan seperti ini adalah perlunya re-konfirmasi di antara para pemeriksa terhadap data yang mungkin tercantum dalam dokumen yang berbeda yang diperiksa oleh masing-masing pemeriksa.

Sawarna-Bayah(3)

Untuk menjamin kualitas hasil pemeriksaan, peran koordinator begitu strategis dalam menyelia setiap pemeriksa pada saat melakukan pemeriksaan. Tugas koordinator sebagai penyelia diantranya adalah memberikan keyakinan terhadap pengungkapan satu kondisi yang ditemukan oleh pemeriksa dan menjelaskan serta menginformasikan tentang posisi suatu temuan dalam kerangka  penyelenggaraan suatu administrai yang dilakukan oleh objek pemeriksaan.

Suasana yang rileks dan nyaman sangat diperlukan dalam suatu proses pemeriksaan. Hal ini dapat mendukung komunikasi audit yang dilakukan. Suasana tersebut dapat diperoleh setelah dilakukan pencairan suasana pada saat entry briefing.

Beberapa langkah dalam pengembangan komunikasi komunikasi pemeriksaan adalah mengulang pertanyaan, mengulang penjelasan dan mengulang konfirmasi.

Keberhasilan suatu proses pemeriksaan, sering ditentukan bagaimana konteks dan materi yang disajikan pada saat melakukan entry briefing. Entry Briefing atau pertemuan permulaan yang dilakukan pada hari pertama pemeriksaan di suatu objek pemeriksaan merupakan bagian dari pendekatan pemeriksaan yang harus dilakukan oleh suatu tim. Tanggung jawab pelaksaanaan entry briefing ini berada pada seorang koordinator tim.

Kecamatan LebakgedongYang terjadi pada entry briefing adalah tim pemeriksa bertemu dengan pimpinan suatu objek pemeriksaan atau yang mewakili. Pada kesempatan ini seorang koordinator ataupun ketua tim bertanggung jawab dalam menyampaikan maksud dan tujuan suatu pemeriksaan yang akan dilakukan. Selain maksud dan tujuan yang disampaikan, hal penting yang perlu mendapat perhatian adalah materi dan cara penyampaiannya. Materi yang disajikan harus ringkas tapi mampu menggali keingintahuan objek, menyajikan solusi dan sarat informasi. Sehingga konteks pertemuan non klasikal dengan metode diskusi dan tanya jawab lebih memberikan nuansa pembinaan yang terintegrasi dengan tujuan pemeriksaan.

Representasi pimpinan yang lebih tinggi dari suatu objek pemeriksaan pada ENTRY BRIEFING akan mampu mengadvokasi maksud dan tujuan suatu pemeriksaan

Kekompakan tim merupakan salah satu pendukung berhasilnya pelaksanaan suatu pemeriksaan. Kekompakan tersebut terwujud bila terdapat kesadaran dan kemauan serta kemampuan masing-masing anggota tim dalam memahami tugas, pokok dan fungsinya dalam suatu pemeriksaan. Beberapa hal yang perlu dilakukan secara kompok adalah  adalah sebagai berikut :

    1. Pelaksanaan pendekatan pemeriksaan baik itu pada saat pertemuan pendahuluan, proses pemeriksaan dan pertemuan akhir, perlu dikemas dengan suasana komunikasi yang harmonis, proporsional antara materi pembinaan dan materi pemeriksaan serta mengedepankan solusi atas permasalahan yang ditemukan.
    2. Komprehensip dalam menggunakan  metodologi pemeriksaan yakni :
      1. Melakukan wawancara terpilih untuk kondisi masalah yang perlu konfirmasi lanjut.
      2. Melakukan pengujian beberapa kondisi masalah yang saling terkait terhadap sumber data dan informasi yang kompeten dan paling bertanggung jawab dari suatu objek yang diperiksa.
      3. Melakukan diskusi analisis dan reviu suatu kondisi terkait penentuan kriteria penaatan peraturan yang dapat diterapkan.
    3. Melakukan rujukan dan asistensi terhadap pengendali teknis maupun supervisor terkait  materi dari kondisi temuan.
    4. Mendokumentasikan setiap bukti dan pendukung dari suatu kondisi temuan baik dengan dokumentasi visual, tertulis seperti yang tersaji dalam KKP/KKA

 

Soliditas adalaDESA CIBARENOh  sebuah hasil yang membutuhkan proses waktu dan ikhtiar. Pada saatnya semua tim dapat meraihnya. We Hope So.

Ditulis oleh: Cecep Hidayaturohman, SKM, MM.

( Inspektur Pembantu Wilayah I )

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published.

Pesan

Your Shout
June 2015
M T W T F S S
« May   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Berlangganan

Foto Pegawai

Iwan Gustiawan, SE H.Hasanudin, Bae Drs.Halson Nainggolan, M.Si Drs. Halson Nainggolan, M.Si Yayat Supriatna, S.Sos, M.Si Endang Suherman, S.Sos Dadi Sadid Khotami, S.Sos Iyan Agustian Risa eka putri Eko Nugroho Lukman Sujana, SE Holik Juhanda Yuniardi Suherman, SE Dudung Kurniawan, SE Agus Sumardi, S.Sos Risa eka putri Dra. Rohayati, M.Si