Inspektorat Kabupaten Lebak

Renstra 2014/2019 : Bab III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Inspektorat

Berdasarkan Perturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 13 Tahun 2007 tentang Pembentukan, Organisasi, dan Tata Kerja Inspektorat Kabupaten Lebak mempunyai tugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah kabupaten, pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelaksanaan urusan pemerintahan desa. Dalam kaitan ini tersebut Inspektorat Kabupaten Lebak tentunya harus dapat melakukan tindakan korektif atas penyimpangan yang dilakukan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah kabupaten, pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelaksanaan urusan pemerintahan desa apabila tidak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, serta melakukan pembinaan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah yang berada dalam wilayah Pemerintahan Kabupaten Lebak.

Inspektorat Kabupaten Lebak sebagai lembaga yang menyelenggarakan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah kabupaten, pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelaksanaan urusan pemerintahan desa, dituntut untuk mampu berperan sebagai institusi yang mampu meningkatkan kualitas pengawasan pelaksanaan pembangunan daerah sehingga dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) maupun pemerintahan yang bersih (Clean Goverment) dengan tujuan dapat memberikan kontribusi nyata bagi meningkatnya kemakmuran masyarakat Kabupaten Lebak.

3.2.   Telaahan Visi, Misi, dan Program Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Bupati Lebak Terpilih periode Tahun 2014-2016, mempunyai Visi : “Menuju Kabupaten Lebak yang Maju dan Berdaya Saing melalui Pemantapan Pembangunan Perdesaan dan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan”.

Adapun yang menjadii misi Bupati Lebak 2014-2016 adalah :

  1. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Produktif, Kreatif dan Inovatif.
  2. Meningkatkan Tata Kelola Pemerintah yang Berorientasi Pelayanan Publik.
  3. Meningkatkan Perekonomian yang kokoh berbasis Ekonomi Kerakyatan.
  4. Meningkatkan Ketersediaan Infrastruktur Strategis Wilayah yang Berkualitas.
  5. Menjaga Keseimbangan lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan.
  6. Meningkatkan keamanan wilayah dan ketertiban wilayah.

Dalam Visi, dan Misi tersebut diatas terdapat Visi dan Misi yang terkait dengan tugas dan fungsi Inspektorat yaitu dalam point Membantu Bupati untuk “Meningkatkan tata kelola pemerintah yang berorientasi pelayanan publik”. Adapun strategi yang akan diterapkan oleh Bupati Lebak yaitu:

  1. Meningkatkan akses dan mutu layanan pendidikan;
  2. Meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan yang terjangkau dan merata;
  3. Meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja melalui pelatihan keterampilan dan kewirausahaan;
  4. Optimalisasi pembinaan kepemudaan dan olah raga;
  5. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemeliharaan dan pemanfaatan benda cagar budaya dan penerapan nilai-nilai budaya lokal;
  6. Meningkatkan sarana dan prasarana perpustakaan;
  7. 7.     Meningkatkan kualitas dan akuntabilitas tata pemerintahan dan pelayanan publik yang prima;
  8. Menciptakan iklim usaha yang kondusif;
  9. Meningkatkan status ketahanan pangan dan pengembangan perekonomian masyarakat;
  10. Meningkatkan kondisi infrastruktur jalan gua mendukung pelayanan pergerakan orang dan barang;
  11. Meningkatkan kondisi infrastruktur sumber daya air dan irigasi untuk konservasi, penayagunaan sumber daya air, serta pengendalian daya rusak air;
  12. Meningkatkan ketersediaan infrastruktur dasar masyarakat;
  13. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana perhubungan;
  14. Meningkatkan daya dukung dan daya tampung lingkungan;
  15. Menjaga daerah resapan air sebagai model ekonomi daerah;
  16. Pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup;
  17. Meningkatkan sarana dan prasarana pengelolaan persampahan;
  18. Meningkatkan Ruang Terbuka Hijau;
  19. Meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana;
  20. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang politik dan toleransi kehidupan beragama untuk mewujudkan stabilitas keamanan dan ketertiban dalam masyarakat.

 3.3.   Penentuan Isu-isu Strategis

Isu strategis yang berkembang saat ini  serta prediksi situasi dan kondisi lima tahun ke depan dapat dirumuskan sebagai berikut:

a. Kondisi Internal

Inspektorat adalah Perangkat Daerah yang mempunyai tugas membantu Bupati dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang pengawasan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Di dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya melakukan koordinasi dengan Perangkat Daerah Kabupaten Lebak (Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas/Badan/Kantor, Lembaga Teknis Daerah) juga dengan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah maupun eksternal Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Aparat Pengawasan Internal Pemerintah yang lebih tinggi (BPKP, Inspektorat Provinsi) melakukan pengawasan di Pemerintah Kabupaten sesuai dengan fungsi dan kewenangan dan/atau jika diminta oleh Inspektorat Kabupaten berdasarkan sinergi pengawasan.

Pada dasarnya lembaga pengawasan yang lebih tinggi, hanya memiliki kompetensi di bidang pengawasan represif dan fungsional atas kebijaksanaan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten, kecuali BPK sebagai lembaga pengawasan eksternal memiliki kewenangan atas semua hal yang menyangkut keuangan negara.

b. Kondisi Eksternal

Kondisi eksternal dapat diketahui sebagai berikut :

  1. Adanya peningkatan penyelenggaraan administrasi umum, dengan penyediaan fasilitas kerja pegawai agar tercipta suasana kerja yang menyenangkan.
  2. Adanya peningkatan mutu aparatur pengawasan.
  3. Peningkatan pemanfaatan hasil-hasil pemeriksaan Aparat Pengawasan Internal dalam rangka pengambilan kebijakan Pemerintah Daerah.
  4. Peningkatan koordinasi dan pembinaan teknis pengawasan.
  5. Peningkatan Operasional pemeriksaan serta penanganan terhadap kasus-kasus aduan masyarakat.
  6. Sistem Pengendalian Intern dapat dilaksanakan di masing-masing unit kerja.
  7. Adanya peningkatan semangat perbaikan kinerja aparatur pemerintah.

Prediksi keadaan lima tahun kedepan secara manajerial menurut teori SWOT dapat dikemukakan sebagai berikut :

1.   Faktor Internal

a.   Strength (Kekuatan)

  1. Dasar hukum dan peraturan perungdang-undangan
  2. Adanya Kode Etik Pengawasan
  3. Adanya Standar Operasional Prosedur Pengawasan

b.   Weakness (Kelemahan)

  1. Kurangnya aparatur pengawas yang kompeten
  2. Kurangnya sarana dan prasarana pendukung dalam penunjang pengawasan
  3. Kurangnya fasilitas administrasi perkantoran
  4. Belum terakomodirnya anggaran penunjang pengawasan sebesar 1% dari APBD Kabupaten sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008.

2.   Faktor Eksternal

a.   Opportunities (Peluang)

  1. Tingginya kepedulian masyarakat terhadap terwujudnya sistem pemerintahan yang bebas KKN
  2. Tingginya dukungan dan permintaan pembinaan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah.
  3. Jumlah obyek pemeriksaan yang cukup banyak

b.   Threats (Tantangan/Ancaman)

  1. Penataan peraturan perundangan belum menyeluruh
  2. Penerapan sanksi belum sesuai dengan ketentuan
  3. Adanya upaya intervensi dalam proses pengawasan oleh kepentingan lain

Setelah diketahui faktor internal dan faktor eksternal kemudian diinteraksikan dengan mengeluarkan pemetaan prediksi dan pemetaan interaktif, yaitu sebagai berikut :

a.     Pemetaan kekuatan untuk memanfaatkan peluang

  1. Daya gunakan sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang ada untuk mencapai kinerja yang ditetapkan.
  2. Tingkatkan jangkauan obyek pemeriksaan yang ada, yang belum adanya keseimbangan secara proporsional.

b.     Pemetaan dengan perkecil kelemahan dengan memanfaatkan peluang.

  1. Tingkatkan kualitas sumber daya manusia dan wawasan dengan  melalui Seminar atau PKS.
  2. Perbanyak jumlah Pejabat Fungsional Pemeriksa dengan melalui Diklat Fungsional.

c.     Pemetaan kekuatan untuk menghindari ancaman

  1. Laksanakan kinerja pemeriksaan secara konsisten berdasarkan Peraturan Perundangan yang berlaku.
  2. Laksanakan pengawasan atas semua obyek pemeriksaan yang ada

d.     Pemetaan dengan perkecil kelemahan dan hindari ancaman

  1. Laksanakan pemeriksaan secara obyektif, independen sesuai standar dan norma pemeriksaan.
  2. Tingkatkan sosialisasi pengawasan sesuai dengan aturan atau juklak yang ada.

Maka isu strategis yang berkembang di Inspektorat Kabupaten Lebak, yaitu :

  1. Penyelenggaraan urusan pemerintahan di daerah yang bak, bersih dan bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;
  2. Profesionalisme penyelenggaraan pengawasan;
  3. Transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan kebijakan publik;
  4. Optimalisasi pelayanan publik.

* File lengkap bisa [media-downloader media_id=”555″ texts=”Disini”]

Posted in Renstra
Tagged with: ,

Bagaimana Komentar Anda?

Twitter

Pesan

Your Shout
April 2014
M T W T F S S
    May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Berlangganan

Foto Pegawai

Holik Dadi Sadid Khotami, S.Sos H.Hasanudin, Bae Yayat Supriatna, S.Sos, M.Si Endang Suherman, S.Sos Dudung Kurniawan, SE Risa eka putri Iwan Gustiawan, SE Eko Nugroho Agus Sumardi, S.Sos Juhanda Drs. Halson Nainggolan, M.Si Lukman Sujana, SE Risa eka putri Iyan Agustian Dra. Rohayati, M.Si Yuniardi Suherman, SE Drs.Halson Nainggolan, M.Si